Noni Hidayat Kukuhkan Bunda Literasi Bangka Barat
MENTOK, DPK BABAR (21/4/2026) — Bunda Literasi
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, secara resmi
mengukuhkan Evi Astura Markus sebagai Bunda Literasi Kabupaten Bangka Barat (Babar)
2026 – 2030.
Pengukuhan berlangsung di Graha Aparatur, Pemkab Babar, Mentok,
pada Selasa (21/4/2026) tersebut dihadiri Bupati Bangka Barat, Markus, Kepala
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Babel, unsur Forkopimda, Kepala
Perangkat Daerah Pemkab Babar, dan berbagai unsur terkait lainnya.
Noni Hidayat menegaskan, momen pengukuhan tersebut memiliki
peran strategis dalam membentuk masyarakat yang cerdas, sehat, dan berdaya
saing.
Dikesempatan itu, Noni Hidayat menekankan pentingnya peran
Bunda Literasi sebagai figur teladan dalam menanamkan kecintaan membaca, dan
menulis sejak dini.
Menurutnya, literasi menjadi fondasi utama dalam membangun
karakter dan wawasan anak-anak agar siap menghadapi tantangan masa depan. “Bunda
Literasi adalah sosok tuntunan dalam menanamkan kecintaan membaca dan menulis
sejak dini,” katanya.
Selain itu, Ia mendorong adanya sinergi yang kuat antara
pemerintah daerah, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, dunia usaha, dan
media massa dalam mendukung gerakan literasi. Tanpa kolaborasi yang solid,
upaya kita tidak akan mencapai hasil yang maksimal.
“Mari kita jadikan literasi sebuah kegiatan ”gaya
hidup”. Jadikan membaca sebagai sumber
kebahagiaan, sumber inspirasi, dan jendela menuju dunia yang lebih luas,” seru
Noni Hidayat.
Pada kesempatan tersebut, Noni turut menyampaikan selamat
kepada Evi Astura Markus, sekaligus menegaskan bahwa Pemprov Babel siap
berkolaborasi dalam mendukung program-program yang dijalankan.
Sebelumnya, Evi Astura Markus telah aktif melakukan berbagai
kegiatan, di antaranya mendorong penguatan literasi sejak usia dini dengan
menanamkan budaya gemar membaca sebagai fondasi generasi yang cerdas.
Evi menyampaikan, keberhasilan program ini membutuhkan
dukungan dari berbagai pihak agar dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah,
organisasi masyarakat, tenaga pendidik,
akademisi, serta pegiat literasi untuk bersama-sama membangun ekosistem
yang sehat dan cerdas. Mari kita jadikan gerakan literasi sebagai gerakan
bersama demi bangka barat yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” ajaknya.
Sementara itu, Bupati Bangka Barat, Markus dalam sambutannya
menegaskan, penguatan literasi dan peningkatan konsumsi ikan merupakan langkah
strategis dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas di daerah.
Terpisah, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bangka
Barat, Farouk Yohansyah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pengukuhan
Bunda Literasi Kabupaten Bangka Barat.
Pengukuhan Bunda Literasi, dijelaskannya, merupakan momentum
penting dalam membangun sinergi antara pemerintah, keluarga, satuan pendidikan,
dan masyarakat dalam menumbuhkan budaya gemar membaca.
Peran Bunda Literasi, diharapkan Farouk, dapat menjadi
penggerak utama dalam menanamkan kecintaan terhadap buku sejak usia dini hingga
dewasa.
“Kami meyakini bahwa literasi bukan hanya tanggung jawab
perpustakaan, tetapi merupakan gerakan bersama yang harus melibatkan seluruh
elemen masyarakat. Kehadiran Bunda Literasi menjadi penguatan dalam membangun
budaya literasi yang berkelanjutan di Bangka Barat,” ujar Kepala Dinas.
Melalui pengukuhan ini, diharapkannya pula, berbagai program
literasi dapat semakin berkembang dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,
baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.
Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan DPK Bangka Barat, Eka
Octawianto menambahkan, Bunda Literasi memiliki peran strategis dalam
menumbuhkan kebiasaan membaca di lingkungan keluarga. Dari keluarga yang
literat, akan lahir generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter,” jelasnya.
DPK Bangka Barat, sambung Eka, akan terus mendorong
kolaborasi dengan Bunda Literasi dalam berbagai program, seperti kegiatan
membaca bersama, kunjungan literasi, pengembangan perpustakaan desa, serta
pembinaan komunitas literasi.
“Kami optimis dengan adanya Bunda Literasi, gerakan literasi
di Kabupaten Bangka Barat akan semakin kuat, terarah, dan memberikan dampak
nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia,” tutupnya.
Penulis : lus/zl
Foto : lus
Editor : Ahmad