Perpusda Babar Berikan Apresiasi Perpustakaan Desa Mitra TPBIS Peraih KPI 100
MENTOK, DPK BABAR – Perpustakaan
Daerah Kabupaten Bangka Barat (Perpusda Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Barat
memberikan apresiasi dan penghargaan kepada perpustakaan desa mitra Program
Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang berhasil meraih
nilai Key Performance Indicator (KPI) 100 pada Sistem Informasi Manajemen (SIM)
tingkat Provinsi Babel tahun 2026.
Apresiasi itu diberikan kepada 12
perpustakaan desa yang terbaik dengan KPI 100 pada acara kegiatan Pertemuan
Pembelajaran Sebaya (Peer Learning Meeting) Tingkat Kabupaten Program
Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), bertempat di Gedung
Perpustakaan Bangka Barat, kemarin.
“Penghargaan ini merupakan bentuk
apresiasi atas komitmen, kerja keras, dan konsistensi perpustakaan desa mitra
TPBIS dalam menjalankan program serta mengembangkan layanan perpustakaan yang
memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami menyampaikan terima kasih kepada kepala
desa, para pengelola perpustakaan desa yang terus berupaya meningkatkan kinerja
dan menjadikan perpustakaan sebagai bagian penting dari pembangunan
masyarakat,” ujar Farouk Yohansyah, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kerasipan
Babar.
Menurutnya, transformasi
perpustakaan melalui pendekatan inklusi sosial harus mampu mengubah paradigma
bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat membaca dan meminjam buku, melainkan
juga ruang belajar, ruang berkolaborasi, serta pusat pemberdayaan masyarakat.
“Keberhasilan memperoleh nilai
KPI 100 hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai capaian administratif, tetapi
juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas
dampak kegiatan literasi. Perpustakaan harus hadir menjawab kebutuhan
masyarakat, memberikan akses terhadap pengetahuan, serta membuka peluang bagi
warga untuk mengembangkan keterampilan dan potensi ekonomi,” tambahnya.
Farouk berharap capaian tersebut
dapat menjadi inspirasi bagi perpustakaan desa lainnya di Kabupaten Bangka
Barat untuk terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa,
komunitas, lembaga pendidikan, pelaku UMKM, serta berbagai pemangku
kepentingan.
“Kami berkomitmen untuk terus
mendorong penguatan perpustakaan sebagai salah satu instrumen pembangunan
sumber daya manusia. Melalui TPBIS, kita ingin memastikan bahwa literasi tidak
berhenti pada kemampuan membaca, tetapi berkembang menjadi kemampuan belajar,
berkarya, meningkatkan kapasitas diri, dan pada akhirnya mendukung
kesejahteraan masyarakat,” tutup Farouk.
Bunda Literasi EVI Astura Markus
yang ikut hadir dalam kesempatan itu mengatakan, pencapaian nilai KPI 100 pada
SIM tingkat Provinsi Babel merupakan capaian positif yang patut diapresiasi,
sekaligus menjadi dorongan untuk memperkuat kualitas pembinaan perpustakaan
desa mitra TPBIS.
“Nilai KPI 100 menunjukkan
capaian kinerja yang sangat baik berdasarkan indikator yang dinilai dalam
sistem. Hal ini menjadi bukti pentingnya konsistensi pengelola perpustakaan
dalam melaksanakan program, mendokumentasikan kegiatan, memenuhi indikator kinerja,
serta menjaga keberlanjutan layanan perpustakaan,” katanya.
“Esensi Transformasi Perpustakaan
Berbasis Inklusi Sosial adalah menjadikan perpustakaan sebagai platform
pemberdayaan masyarakat. Artinya, perpustakaan harus mampu mengidentifikasi
kebutuhan warga, menyediakan akses terhadap informasi dan pengetahuan, serta
memfasilitasi kegiatan yang dapat meningkatkan keterampilan, kreativitas,
kemandirian, dan produktivitas masyarakat,” sambungnya.
Ia berharap perpustakaan desa
yang telah memperoleh nilai KPI 100 dapat menjadi contoh praktik baik bagi
perpustakaan lainnya. Pengalaman dan keberhasilan mereka dapat dibagikan serta
direplikasi sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing desa.
Selain Bunda Literasi Bangka
Barat, turut hadiri dalam kesempatan tersebut, kepala desa, dan pengelola
perpustakaan desa se Bangka Barat.
Penulis: ZL
Foto: ZL
Editor: Ahmad