Perpusda Babar Resmi Buka Sekolah Lansia, Kolaborasi dengan PD Salimah




MENTOK, DPK BABAR (10/5/2026) - Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali menghadirkan kegiatan berbasis pemberdayaan masyarakat melalui pembukaan perdana Sekolah Lansia Salimah (SALSA) yang dilaksanakan Sabtu (9/5/2026), di Ruang Aula Lantai 2 Gedung Perpusda Babar.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Babar dengan PD Salimah Babar, dan dalam menghadirkan ruang pembelajaran dan pemberdayaan bagi masyarakat, khususnya kalangan lansia.

Program SALSA dibuka langsung oleh Ketua PD Salimah Bangka Barat, Riza Umami, dan diikuti 20 orang ibu lansia dari wilayah Mentok. Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan pemeriksaan kesehatan berupa pengecekan tekanan darah dan penimbangan berat badan peserta.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan senam kegel lansia yang bertujuan membantu mencegah inkontenensia urine melalui latihan pengendalian aliran urine. Senam ini dinilai bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan kontrol berkemih dan mengurangi risiko keluarnya urine secara spontan yang kerap dialami oleh lansia perempuan.

Meskipun kegiatan berlangsung hingga pukul 09.15 WIB, para peserta tetap terlihat antusias dan bersemangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Kepala DPK Babar, Farouk Yohansyah menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara PD Salimah dan Perpustakaan Daerah dalam menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena sejalan dengan konsep transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Kolaborasi antara PD Salimah dan Perpustakaan Daerah menjadi bukti bahwa perpustakaan dapat berkembang sebagai ruang belajar dan pemberdayaan masyarakat bagi semua kelompok usia, termasuk lansia,” ujarnya.

Menurutnya, perpustakaan saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga menjadi pusat kegiatan masyarakat yang memberikan manfaat langsung dalam bidang edukasi, kesehatan, dan interaksi sosial.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bangka Barat, Eka Octawianto, S.T., M.AP, menilai program SALSA menjadi contoh nyata pengembangan layanan perpustakaan yang inklusif dan berbasis kolaborasi masyarakat.

“Sekolah Lansia SALSA menunjukkan bahwa perpustakaan adalah ruang belajar sepanjang hayat. Melalui kolaborasi dengan PD Salimah, perpustakaan dapat menghadirkan kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung, baik dari sisi kesehatan, edukasi, maupun sosial,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi antusiasme para peserta lansia yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat sejak pagi hingga selesai.

Program SALSA direncanakan berlangsung dari Mei hingga Oktober 2026 dengan berbagai agenda edukatif yang berbeda setiap bulannya. Apabila seluruh rangkaian kegiatan terlaksana selama enam bulan, program ini akan ditutup dengan kegiatan wisuda bagi para peserta lansia.

Melalui program ini, Perpusda Babar diharapkannya, semakin berperan sebagai pusat pembelajaran masyarakat yang inklusif, edukatif, dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Penulis               : zl

Foto                   : zl

Editor                 : ahmad