Tim Perpusda Babar Sambangi Sahabat SD Negeri 23 Mentok




MENTOK, DPK BABAR – Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangka Barat (Perpusda Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terus memperkuat budaya baca sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.

Salah satu langkahnya, Perpusda Babar menyambangi Sekolah Dasar (SD) Negeri 23 Mentok, merupakan SD yang dipercaya menjadi  perwakilan dari Provinsi Babel dalam Program Sahabat SD.  

Kehadiran Tim Perpusda, disambut Kepala SD Negeri 23 Mentok, Ujang Sugara beserta jajaran Guru dan siswa SD Negeri 23 Mentok.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Babar, Farouk Yohansyah mengatakan, kunjungan Tim Perpusda dengan mengikutsertakan Perpustakaan Keliling (Pusling) kali ini, untuk memasyarakatkan Gerakan Membaca Nyaring (Read Aloud) di sekolah-sekolah.

“Kami sangat senang bisa hadir kunjungi SD Negeri 23 Mentok, terlebih sekolah ini membawa nama Bangka Barat dan Babel dalam program Sahabat SD, dan masuk 80 sekolah yang mewakili Indonesia. Kunjungan Perpusda ke SD Negeri 23 Mentok, menjadi momentum yang sangat positif untuk memperkuat sinergi antara perpustakaan dan sekolah,” katanya, kemarin.

Melalui Pusling, kata dia, Perpusda Babar menyediakan beragam buku bacaan, sekaligus menghadirkan Bunda Literasi Kabupaten Bangka Barat, Evi Astura Markus, dan istri Wakil Bupati Bangka Barat, Rusmala Yus Derahman.

“Kehadiran Bunda Literasi dan Istri Wakil Bupati  pada kegiatan Read Aloud kali ini adalah  bentuk dukungan langsung terhadap penguatan budaya literasi dan penumbuhan minat baca sejak usia dini,” ujarnya.

Kehadiran Pusling ke sekolah-sekolah, ditambahkannya, guna memberikan warna dan daya tarik yang lebih bagi anak-anak. “Dengan kehadiran Pusling ke sekolah akan memberikan pengalaman yang menyenangkan, sehingga perpustakaan tidak dipersepsikan sebagai tempat yang kaku, melainkan sebagai ruang belajar yang hadir dalam situasi dan kondisi apapun, terbuka serta ramah anak,” ungkapnya.

Kunjungan ini menunjukkan, bahwa perpustakaan dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar ruang kelas. Anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga mendapatkan pengalaman literasi melalui penyampaian materi dan game literasi yang dikemas secara interaktif.

“Hari ini, anak-anak tidak hanya disuguhi untuk membaca buku. Mereka mendapatkan materi literasi membaca nyaring (Read Aloud), mengikuti permainan literasi, dan berinteraksi secara langsung dalam suasana yang menyenangkan. Inilah wajah perpustakaan yang ingin terus kita bangun, yaitu perpustakaan sebagai ruang tumbuh bagi anak-anak di luar kelas,” sebut Farouk.

Literasi, dijelaskannya lebih lanjut, tidak harus selalu disampaikan dengan cara yang formal, karena semua aktivitas berhubungan dengan membaca, bermain, berdiskusi, bercerita, dan bereksplorasi juga merupakan bagian dari proses literasi, sehingga dengan proses seperti ini akan menumbuhkan generasi yang gemar membaca, mampu berpikir kritis, kreatif, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Untuk itulah Perpustakaan hadir sebagai mitra lierasi sekolah dalam membangun karakter baik generasi dimasa depan.

Kepala SD Negeri 23 Mentok, Ujang Sugara mengatakan, Gerakan Membaca Nyaring yang dilaksanakan  ini, merupakan salah satu bentuk aksi nyata Sahabat Sekolah Dasar 2026 dalam menumbuhkan budaya literasi sejak dini.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar membacakan buku kepada murid, melainkan upaya menciptakan pengalaman membaca yang menyenangkan, interaktif, dan bermakna, sehingga murid semakin tertarik untuk mengenal dunia melalui bacaan.

“Kami ingin menghadirkan suasana membaca yang menggembirakan, bukan menjadi kegiatan yang membebani murid. Melalui membaca nyaring, murid dapat menyimak cerita, memperkaya kosakata, melatih kemampuan berbahasa, mengembangkan imajinasi, serta belajar memahami nilai-nilai karakter yang terkandung dalam cerita. Kami berharap, kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk membangun kebiasaan membaca, meningkatkan kecintaan terhadap buku, dan menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah,” harap Ujang.

Dukungan guru, orang tua, dan seluruh warga sekolah dinilai sangat penting agar kebiasaan membaca tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi tumbuh menjadi budaya positif yang berkelanjutan.

Dengan demikian, menurutnya, sekolah dapat melahirkan generasi yang gemar membaca, memiliki wawasan luas, mampu berpikir kritis, dan berkarakter baik.

Guru Pendamping Sahabat SD Negeri 23 Mentok, Rica Khoirany menambahkan, Gerakan Membaca Nyaring  dirancang untuk mendekatkan murid dengan buku melalui kegiatan yang hidup, menarik, dan melibatkan partisipasi aktif mereka.

Saat cerita dibacakan dengan intonasi, ekspresi, dan penghayatan yang tepat, murid tidak hanya mendengarkan, tetapi juga diajak memahami isi cerita, mengungkapkan pendapat, menjawab pertanyaan, serta mengambil pelajaran dari setiap kisah yang disampaikan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan kepada murid bahwa membaca itu menyenangkan dan dapat menjadi pengalaman yang berkesan. Membaca nyaring juga menjadi kesempatan bagi guru untuk membangun interaksi yang lebih dekat dengan murid, melatih keterampilan menyimak dan berbicara, serta menumbuhkan rasa ingin tahu mereka,” terangnya.

Suasanan semakin menarik, saat Bunda Literasi Kabupaten Bangka Barat, Ibu Evi Astura Markus, yang secara langsung membacakan sebuah buku di hadapan murid-murid SD Negeri 23 Mentok didampingi istri Wakil Bupati Bangka Barat Ibu Rusmala Yus Derahman.  

Tak ketinggalan, Yuli dan Novi dari Perpusda Babar menyampaikan materi tentang Gerakan Membaca Nyaring. Para murid diperkenalkan pada cara membaca yang ekspresif, menyenangkan, dan penuh penghayatan agar cerita yang dibacakan lebih mudah dipahami dan mampu membangkitkan imajinasi.

Tidak hanya menyimak materi, keempat Sahabat Sekolah Dasar Bangka Barat bersama murid-murid juga diajak menyanyikan lagu “Ayo Membaca” untuk menumbuhkan semangat dan kecintaan terhadap buku.

Antusiasme murid semakin terlihat ketika sesi tanya jawab berlangsung. Murid-murid yang aktif menjawab pertanyaan mendapatkan beragam hadiah sebagai bentuk apresiasi atas keberanian, partisipasi, dan semangat mereka dalam mengikuti kegiatan. Momen ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memotivasi murid agar lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat, berani mencoba, dan aktif dalam kegiatan literasi.

Kebanggaan tersendiri hadir ketika salah satu Sahabat Sekolah Dasar SD Negeri 23 Mentok, M. Albi Oktino, murid kelas IV, turut tampil membacakan buku berjudul Aku Tahu Tatakrama di Sekolah karya Irmayana.

 

Penulis: ZL

Foto: ZL

Editor: Ahmad